Otomotif - 1 Juni 2018 13:48 - oleh Cerellia Triyanto

Mobil Listrik Mercedes-Benz Bisa Saja Rakitan Indonesia

Mobil Listrik Mercedes-Benz Bisa Saja Rakitan Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com – Mercedes-Benz Distribution Indonesia menyatakan E 350 e berpotensial dirakit langsung di Indonesia. Sepanjang ada insentif yang diberikan pemerintah.

Deputy Director Marketing Communication Mercedes-Benz Distribution Indonesia Hari Arifianto menyebut, Mercedes merupakan produsen yang punya komitmen kuat terhadap setiap kebijakan pemerintah.

Apalagi Mercedes-Benz juga sudah memiliki pabrik perakitan sendiri di Wanaherang, Bogor.

Menurut Hari, 70 persen produk Mercy yang dijual di Indonesia sudah dirakit langsung di pabrik tersebut, dari mulai S-Class, E-Class, GLE, GLS, hingga kendaraan komersial seperti bus dan truk.

“Tidak perlu khawatir dengan komitmen itu. Selama pemerintah memberikan insentif, kita akan cari cara bagaimana mengoptimalkannya,” kata Hari di Jakarta, Rabu (30/5/2018).

Pabrik Mercedes-Benz di Wanaherangdok. Mercedes-Benz Indonesia Pabrik Mercedes-Benz di Wanaherang

E 350 e merupakan kendaraan listrik tipe plug in hybrid yang sedang dipromosikan Mercedes di Indonesia. Namun mereka belum menjualnya karena masih menunggu terbitnya regulasi.

Di sisi lain, mobil tersebut dilaporkan sudah dijual di Thailand, Malaysia, dan Singapura. Karena pemerintah di tiga negara tersebut sudah meneritkan peraturan yang jelas mengenai kendaraan listrik.

“E 350 e yang sekarang kita bawa ke sini merupakan rakitan Malaysia. Di sana produk ini bisa diterima dengan baik karena ada insentif pemerintah,” ucap Hari.

Mercedes-Benz E 350 e plug-in hybrid yang dipamerkan saat acara Breakfasting Mercedes-Benz with Media di Jakarta, Rabu (30/5/2018).Mercedes-Benz Distribution Indonesia Mercedes-Benz E 350 e plug-in hybrid yang dipamerkan saat acara Breakfasting Mercedes-Benz with Media di Jakarta, Rabu (30/5/2018).

Hari menilai kendaraan listrik merupakan teknologi masa depan di industri otomotif. Penggunaaannya juga sudah dilakukan di banyak negara. Karena itu, sudah seharusnya konsumen Indonesia juga bisa menikmatinya.

“Tentunya kita akan bersama-sama brand lain menjalin sinergi mengajukan teknologi elektrik. Karena ini masa depan otomotif dan tidak seharusnya pelanggan di Indonesia hanya mendapatkan teknologi kelas dua,” jelas Hari.

Cerellia Triyanto

Cerellia Triyanto
Bergabung: 2 September 2015

Selain menulis dan membaca, saya juga memiliki hobby travelling ke berbagai daerah di Indonesia. Lebih lagi dengan aquascape untuk mengisi waktu kosong di malam hari. Selamat menikmati tulisan saya.

Baca semua tulisan Cerellia Triyanto di sini

Komentar Pengunjung

Form Komentar

Masukkan nama dan alamat email kamu.
Masukkan isi komentar yang ingin kamu sampaikan terkait artikel ini.