Traveling - 7 Agustus 2018 22:17 - oleh Cerellia Triyanto

Senja dari Ketinggian Taman Ngieng Jioh

Senja dari Ketinggian Taman Ngieng Jioh

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com – Senja hampir saja tiba ketika saya mengunjungi Taman Ngieng Jioh, Desa Blang Payang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Namun, di langit awan gelap menutup sebagian kawasan perbukitan itu.

Ya, di puncak bukit yang kerap disapa jajaran Bukit Jepang itu lah terletak Taman Ngieng Jioh. Nama taman itu diambil dari bahasa Aceh yang artinya melihat jauh. Sebagian remaja berada di pinggiran tiang-tiang yang dibangun agak curam.

Namun, jangan khawatir, lokasi ini memang digunakan untuk tempat berfoto dan bersantai. Di pinggirnya dipasang pagar pengamanan, agar pengunjung nyaman dan tak jatuh ke bawah yang penuh dedaunan.

Penyebutan Bukit Jepang untuk deretan bebukitan di kawasan taman ini merujuk pada bunker pertahanan ketika prajurit Jepang menjajah Indonesia.

Di sejumlah jajaran bukit ini terdapat bunker sebagai lokasi pertahanan. Lokasi ini pula dipilih Jepang untuk mengawasi kawasan Selat Malaka.

Pengunjung berswafoto di Taman Ngieng Jioh, Kota Lhokseumawe, Aceh.KOMPAS.com/MASRIADI SAMBO Pengunjung berswafoto di Taman Ngieng Jioh, Kota Lhokseumawe, Aceh.

Dari atas bukit ini, nun jauh di sana terlihat hamparan laut membiru dengan kapal-kapal nelayan yang terlihat kecil. Terlihat jelas pula belasan tangki minyak dan gas milik PT Perta Arun Gas (dulunya milik PT Arun NGL) Lhokseumawe.

“Sore begini memang ramai pengunjung. Tapi, hari ini agak sepi. Mungkin karena mendung,” kata Muammar, pemuda lokal yang bekerja sebagai pemandu di obyek wisata yang dibangun sejak 2015 itu.

Di atas bukit itu pula semilir angin begitu terasa sejuk. Untuk menuju tempat ini, sangat mudah. Melintaslah lewat jalan nasional Banda Aceh – Medan.

Setiba di Desa Blang Payang, persisnya sisi kiri terlihat Taman Makam Pahlawan Lhokseumawe.

Api dari cerobong Pabrik Perta Arun Gas terlihat dari Taman Ngieng Joh, Kota Lhokseumawe, Aceh.KOMPAS.com/MASRIADI SAMBO Api dari cerobong Pabrik Perta Arun Gas terlihat dari Taman Ngieng Joh, Kota Lhokseumawe, Aceh.

Di samping makam itu terdapat jalan yang menuju bukit. Ikutilah jalan itu hingga habis, di ujung jalan itu lah taman itu berada.

Menaiki bukit ini pun terbilang mudah. Tidak terlalu curam. Namun, bagi anda pengendara sepeda motor lebih baik berhati-hati, karena bisa jadi, jika tak ahli berkendara sepeda motor akan mundur.

Untuk tiket masuk dipatok hanya Rp 2.000 per orang. Namun, wisata ini paling pas bagi kaum remaja. Banyak spot intagramable. Sedangkan bagi anak-anak tersedia taman tempat mereka bermain dengan aneka kursi di sana.

Agam Khailullah, penggemar foto memilih kawasan itu untuk menyalurkan hobinya memotret. Dari sana, Agam leluasa memotret laut dengan frame tangki minyak dan gas. Aneka burung beterbangan menjadi salah satu sasaran kameranya.

Tangki penampung minyak dan gas milik Perta Arun Gas (sebelumnya PT Arun) terlihat dari ketinggian Taman Ngieng Jioh, Kota Lhokseumawe, Aceh.KOMPAS.com/MASRIADI SAMBO Tangki penampung minyak dan gas milik Perta Arun Gas (sebelumnya PT Arun) terlihat dari ketinggian Taman Ngieng Jioh, Kota Lhokseumawe, Aceh.

Namun, menurut Muammar, dalam sehari biasanya 200-500 pengunjung datang ke lokasi taman itu. “Lumayan ramai. Mayoritas remaja,” katanya.

Nah, senja hampir tiba. Siluet jingga terlihat sedikit malu-malu di langit ditimpali awan. Angin semakin kencang. Penasaran, silakan berkunjung. Nikmatilah pemandangan sejauh mata memandang di Taman Ngien Jioh.

Cerellia Triyanto

Cerellia Triyanto
Bergabung: 2 September 2015

Selain menulis dan membaca, saya juga memiliki hobby travelling ke berbagai daerah di Indonesia. Lebih lagi dengan aquascape untuk mengisi waktu kosong di malam hari. Selamat menikmati tulisan saya.

Baca semua tulisan Cerellia Triyanto di sini

Komentar Pengunjung

Form Komentar

Masukkan nama dan alamat email kamu.
Masukkan isi komentar yang ingin kamu sampaikan terkait artikel ini.