Traveling - 13 Juni 2018 11:17 - oleh Cerellia Triyanto

PO Raya, 'Si Kasur Berjalan' Andalan Tiga Generasi Penumpang

PO Raya, 'Si Kasur Berjalan' Andalan Tiga Generasi Penumpang

JAKARTA, KOMPAS.com – Perusahaan Otobus (PO) Raya bisa dibilang punya pelanggan yang sangat loyal.

Bayangkan, saat musim mudik tiba, penumpangnya rela mengantre di terminal sejak subuh agar kebagian tiket.

PO ini bahkan punya komunitas fans bernama Raya Fans Community dengan anggotanya mencapai lebih dari 30.000 orang di media sosial Facebook.

Mengapa PO Raya sangat digandrungi?

“Selain moden busnya konservatif, hubungan PO Raya dengan pelangganya terjalin lama. Sampai tiga generasi dan mereka memegang kepercayaan pelanggannya,” kata pemerhati transportasi bus AM Fikri dihubungi KompasTravel, Senin (11/6/2018).

Hal tersebut diakui oleh Ketua Raya Fans Community, Guntur Ari. Guntur masih ingat kenangan ia naik Bus Raya saat kecil bersama orang tua pada 1993. 

“Naiknya ketika liburan atau mudik, kenangan bangku bus Raya paling bagus daripada yang lain,” kata Guntur Ari.

Bus Raya memanfatkan bangku bekas pesawat yang kemudian dimodifikasi. Sehingga kata Guntur, bangku Bus Raya memiliki busa yang sangat empuk.

Suasana kabinnya juga senyap dengan ketepatan waktu tempuh. Selain itu, kecepatannya relatif aman.

“Sampai ada istilah Raya itu ‘kasur berjalan’. Bisa dibayangkan nikmatnya naik Raya,” kata Guntur.

Bangku bekas pesawat yang dimodifikasi oleh PO Raya. Dok. Muh Raya‎- Raya Fans Community Bangku bekas pesawat yang dimodifikasi oleh PO Raya.

Selain Guntur, Tri Trisno juga menjadi pelanggan antar generasi Bus Raya. Dikutip dari komentar Tri di kolom komentar Facebook Raya Fans Community, ia mengaku jadi pelanggan setia sejak masih bujang sampai kini telah berkeluarga.

Hal lain yang menurut Guntur membuat pelanggan Bus Raya setia adalah ketika musim mudik tiba, kenaikan harga tiket masih lebih murah dibanding PO lain.

“Raya paling tinggi mengalami kenaikan 100 persen. Untuk PO lain bisa mencapai 160 persen” jelas Guntur.

Saking setianya pelanggan Bus Raya, Guntur menyebutkan lebih baik ganti hari ketimbang ganti PO bus lain.

“Kecuali kalau urusannya mendesak, tetapi biasa pasti dapat tiket kalau pesan jauh-jauh hari,” kata Guntur.

PO Raya berawal dari 1959, dengan awalnya bisnis truk bernama Radar. Kemudian sempat menjadi perusahaan angkutan umum.

Bisnis PO Raya sebagai angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dimulai pada 1982. Mereka melayani jurusan Solo-Jakarta.

Sampai saat ini PO Raya setia melayani rute Jakarta-Semarang-Solo-Wonogiri, dan pada 2009 Raya Fans Community dibentuk. 

Cerellia Triyanto

Cerellia Triyanto
Bergabung: 2 September 2015

Selain menulis dan membaca, saya juga memiliki hobby travelling ke berbagai daerah di Indonesia. Lebih lagi dengan aquascape untuk mengisi waktu kosong di malam hari. Selamat menikmati tulisan saya.

Baca semua tulisan Cerellia Triyanto di sini

Komentar Pengunjung

Form Komentar

Masukkan nama dan alamat email kamu.
Masukkan isi komentar yang ingin kamu sampaikan terkait artikel ini.