Kuliner - 9 Agustus 2018 20:53 - oleh Cerellia Triyanto

Mengapa Cokelat Identik dengan Perayaan Cinta?

Mengapa Cokelat Identik dengan Perayaan Cinta?

JAKARTA, KOMPAS.com – Cokelat jadi salah satu bingkisan yang melambangkan romantisme antara pasangan. Seringkali cokelat diberikan saat perayaan cinta, seperti pernyataan cinta, Hari Valentine, sampai perayaan ulang tahun perkawinan.

Cokelat erat dengan perayaan cinta ternyata termasuk dalam perjalanan konsumsi masyarakat dunia terhadap olahan tanaman kakao ini.

” Asal usul cokelat dari biji-bijian kakao diperkirakan berasal dari lembah Sungai Orinoko Amazon 4.000 tahun lalu. Suku Maya dan Suku Aztec membudidayakan kakao untuk jadi minuman,” jelas sejarawan kuliner sekaligus dosen Departemen Sejarah Universitas Padjajaran, Fadly Rahman, di acara Diskusi Media ‘Serba Serbi Cokelat’ dari Mondelez International di Jakarta, Kamis (2/08/2018).

Cokelat saat itu dikonsumsi oleh para raja, pemuka agama, dan petinggi di Suku Maya dan Suku Aztec. Saat itu peran cokelat disebutkan oleh Fadly lebih merujuk pada minuman yang dipercaya menyembuhkan penyakit, sampai disebut makanan para dewa atau ‘theobroma’.

Dari nama itu juga sebutan nama ilmiah tanaman kakao berasal, Theobroma cacao.

“Saat Spanyol menginvasi benua Amerika, cokelat tidak dipandang oleh Kristoforus Kolombus,” jelas Fadly.

Hernan Cortes sebagai kapten ekspedisi Spanyol ke Meksiko-lah yang akhirnya membawa cokelat ke tanah Eropa. Dari Spanyol, cokelat lantas meneybar ke negara lain di Eropa dan menyebar sampai seluruh dunia.

Ada apa antara cokelat dan cinta?

Disebutkan oleh Fadly, saat cokelat menyebar dan dikonsumsi oleh masyarakat Eropa, cokelat adalah makanan mewah yang disantap kaum elit.

Sampai suatu hari terjadi pernikahan antara Putri Maria Theresa dari Spanyol dengan Raja Louis XIV pada 1660.

“Saat itu Putri Maria Theresa memberi hantaran, salah satunya cokelat yang dikemas dengan sangat ekslusif,” kata Faldy.

Sejak saat itulah, cokelat identik dengan perayaan cinta sampai saat ini.

Selain identik dengan makanan para dewa yang menyembuhkan, cinta, cokelat juga disebutkan Faldy pernah identik sebagai makanan yang menguatkan.

Tak heran cokelat juga menjadi ransum para tentara Amerika Serikat dan Eropa saat Perang Dunia II.

Cerellia Triyanto

Cerellia Triyanto
Bergabung: 2 September 2015

Selain menulis dan membaca, saya juga memiliki hobby travelling ke berbagai daerah di Indonesia. Lebih lagi dengan aquascape untuk mengisi waktu kosong di malam hari. Selamat menikmati tulisan saya.

Baca semua tulisan Cerellia Triyanto di sini

Komentar Pengunjung

Form Komentar

Masukkan nama dan alamat email kamu.
Masukkan isi komentar yang ingin kamu sampaikan terkait artikel ini.